13 Januari 2011


" Hello, little boy..selamat datang di dunia yang berisik ini.."


Setiap ada kelahiran, semua akan tersenyum bahagia. Hanya si bayi yang menangis, meninggalkan garba ibu yang penuh kehangatan.
Jari-jari kecilnya menggapai-gapai dengan lemah..no problem, baby. beberapa tahun ke depan kau akan berubah menjadi sangat perkasa.

Rayhan..
Semua orang dekatmu sangat bersyukur dengan Rizki berupa dirimu..sebuah mu'jizat kecil maha karya Sang Tuhan..

Aulia..
Semua orang terdekatmu mengharapkan sebuah kemuliaan selalu tersemat di sepanjang hidupmu..

Wujaya..
Sebuah kejayaan..harapan yang besar..dan Jadilah laki-laki sebenar-benar laki-laki..



special untuk Rayhan, 8 januari

18 November 2010

" Heneng".."Hening".."Eling"..

" Heneng".."Hening".."Eling"..

Sebuah kalimat dari seorang kawan yang ditulis di wall facebook-ku..dan "I Like it..! aku suka kalimat itu.."

Jadi, apa menariknya kata-kata tersebut?

Pada dasarnya, setiap kita pasti mempunyai titik-titik dimana berada pada kondisi kejenuhan yang tinggi, dimana konsentrasi energi negatif lebih kuat dibanding energi positif. Pada saat itulah, kita membutuhkan pengisian energi kembali..
Mungkin teknik "pengosongan diri" bisa menjadi sebuah alternatif..

Berdiri tegak, posisikan telapak tangan menghadap ke bawah seolah sedang memegang sesuatu yang imaginer..tahan selama beberapa saat dengan enghirup nafas dalam-dalam.
Pelan-pelan ubah posisi telapak tangan dengan posisi menghadap ke atas..tahan beberapa saat dengan menghirup nafas dalam-dalam.
Terakhir, ubah posisi tangan dalam posisi saling berhadapan..tahan beberapa saat dan hirup nafas dalam-dalam..

Therapi termanjur untuk sebuah penyembuhan adalah..
Mengikuti dan menikmati alur rasa sakit tersebut..tanpa perlu mati-matian melupakan rasa sakit itu..
Efeknya..lupa itu akan datang dengan sendirinya..
Dan sakit itu akan kehilangan rasanya..

15 November 2010

" Laki-Laki Berwajah Wudhu "

Dua buah meja dengan kursi yang telah penuh diduduki menjadi jarak pembatas dari kursi tempat aku menikmati hidangan coffee break. Namun, wajah itu bisa mengalihkan pandanganku. Sebuah wajah bersih tapi bukan karena facial di salon. Hanya sebuah wajah hasil basuhan air yang dilakukan dengan rajin.  Basuhan air minimal 5 kali dalam sehari, bisa nambah. Teduh..
Jika aku tidak salah menebak. Tapi aku harap tidak salah tebak.
Aku hanya tahu namanya. Tidak lebih..

Your fingers cant’be of the same length
Jari-jari kita tidak mungkin sama panjangnya

Ini adalah sebuah pepatah dari negeri China, dimana kita tidak bisa mengharapkan segala sesuatu akan sempurna sekali.
Seringkali kita hanya bisa menikmati sesuatu yang indah dari sebuah etalase. Seringkali kita tidak boleh berlaku seperti seekor kucing yang akan melompati tembok ketika terpojok.
Teman-teman yang membaca tulisan ini bingung dengan kalimat saya? Sama..saya sendiri juga bingung, hehe.
Susah berkata-kata.

Laki-laki “berwajah wudhlu”..
Sebuah aura yang manis, meskipun banyak yang protes ketika aku mengungkapkan pendapat ini. Ah, itu adalah hak semua orang untuk setuju atau tidak. Ini masalah selera. Bahwa letak keindahan tidak melulu dari sebuah kemasan. Ini bukan sebuah produk komersial.

Flowers look differen in different eyes
Setuju dengan kalimat ini?
Bahwa keindahan tergantung dari masing-masing orang yang melihatnya.

Asal bukan Kotoran kucing rasa cokelat saja. Kalau ini mah parah..hehe.


Saphire, 0ktober 2009


Tulisan di atas aku posting di blog ini tanggal 25 Oktober 2009, untuk mengenang seorang kawan.

Pertemuan yang sangat singkat di sebuah pelatihan sebuah project penelitian. Terlihat pendiam dan bersahaja sekali. Aku bahkan belum pernah ngobrol lama, hanya sekedar menyapa saja. Dia terlihat "gadhul Bashor"..
Ada kisah lucu saat itu, ketika ada seorang teman yang menggoda menjodoh2kan kami. Dia bilang.."Aku tidak PeDe, Sofie lebih tinggi dari aku.."
Tapi setelah aku amati, iya juga..hehe. Sebuah kisah lucu saat itu.

Setelah pelatihan berakhir, aku pikir aku tidak akan bertemu dia lagi. Aku ditempatkan di NTT, dia di Cirebon. Sangat jauh kemungkinan bertemu, toh aku juga tak begitu mengenalnya.
Ternyata..tak terduga Tuhan mempertemukan aku dalam moment-moment yang tak terduga, meski pertemuan itu singkat-singkat sekali.


Akhir September 2010..
Seorang kawan mengabarkan bahwa dia sakit keras. Komunikasiku saat itu, dia bilang..
"Doain saja ya..aku sedang masa penyembuhan. Semoga Allah memberi kesembuhan yang terbaik untukku."
Dan aku hanya mengamini harapan itu. Dia masih memiliki cita-cita yang tinggi. Banyak rencana-rencananya yang belum bisa dia wujudkan.

12 November 2010..
Sebuah berita duka via sms masuk ke hpku. Dia, telah berpulang. Ada rasa tak percaya dan kaget.
Bagaimana lagi, mungkin itulah kesembuhan terbaiknya. Aku berduka, aku menangis, meski pertemanan kami sangat singkat.
Meski sekedar teman, setidaknya aku pernah mengabadikan sisi menarik dari dirinya yang tertangkap dalam indraku melalui tulisanku.

Selamat jalan temanku..
Semoga Tuhan memberikan kemudahan-kemudahan untukmu, temanku..amien.


-Didedikasikan untuk ALM. BAMBANG SUPROJO-
1979-2010

02 November 2010

Pentingnya sebuah perasaan untuk sebuah pemahaman..
Untuk sebuah pencerahan yang progressif..
Sebuah penekanan untuk sebuah pengurangan ego..


-When i feel alone-

18 Oktober 2010

Sniper

Aku tersudut..
beberapa jengkal di hadapanku, kekasihku mengarahkan laras mesiunya ke arahku. Aku memejamkan mata untuk menikmati ruh yang masih menempel di ragaku.
Hanya tinggal hitungan detik,laras itu akan menyalak dan mengepulkan asapnya..

Romantisme apakah ini?
Mengapa tak kau rayu aku dengan sederhana, dan kalimat-kalimat yang masuk akal saja, wahai kekasihku?


Aku masih terdiam dan mesiu itu tidak juga terdengar bunyi letusannya. Aku tetap berdiri di sudut, menerka kebingungan dan teka-teki silang itu seorang diri. sudah cukup lama..

Kekasihku bertanya padaku..
"Apa maumu? Kenapa kau tidak berteriak minta tolong, wahai wanitaku?"


Aku menjawab..
"Minta tolong? Buat apa?. kamu tahu aku mencintaimu. Dan aku tak ngin mencintaimu dengan biasa-biasa saja. Aku ingin semuanya luar biasa..
Dengarlah..
Cintaku ini nuklir yang tak bisa kau hentikan hanya dengan laras mesiumu. Peluru yang kau letuskan hanya akan menjadi katalis yang memudahkan reaksi itu.."


Kekasihku terdiam..
Posisi kita masih sama, laras itu masih mengarah padaku.


Kekasihku kembali berkata..
"Akan aku lakukan..akan aku tarik pelatuk ini. Tapi aku tidak ingin engkau mati..karena aku mencintaimu..aku membunuhmu karena aku mencintaimu!"
Nada kalimatnya meninggi menahan emosi.


Aku tak berkata-kata lagi untuk menjawabnya..
Hanya sebuah bisikan dalam hati..
" Lakukan wahai kekasihku. Ledakkan mesiumu. Kamu akan tahu bahwa ragaku tak berdarah lagi.."

10 Oktober 2010

Soliloquy

"Sujud itu indah..
Bahwa kamu menumpahkan semua uneg-unegmu tanpa sungkan, bahwa kamu menangis sampai tempat sujudmu basah.
Inilah bentuk lain dari nikmat Tuhan yang selalu mengajakmu bersabar.
Agar langit menjadi persambungan sujudmu, harapanmu bahkan semua amarah di matamu.
Agar kesedihanmu menjadi naungan teduh yang memberimu ketenangan.
Ketenangan yang akan memaksamu terus berjalan.."


Tapi, aku tak setegar dulu, aku melemah..


"Bodoh, kenapa kamu merasa lemah?"

Kenyataan yang begitu lama aku tolak, tiba-tiba kini kuyakini..
Cinta ini telah menanam air mata di mataku..

"Air mata apakah itu?"

Air mata kepedihan dan cinta berbaur dengan angan-angan yang bukan sekedar kegilaan. Hingga akhirnya tersimpan dalam ribuan cerita di dalam hati.
Mencabik-cabik semua yang tersisa di sana.

"Menangislah sepuasmu, betapa tangis itu adalah bentuk kenikmatan.."


Tapi aku belum menguasai seni menangis yang baik..


"Setelah kelelahanmu berlalu, kamu akan menguasai seni menangis itu.
Sangat menyenangkan bila kamu bisa merasakan sebuah kekuatan mahagaib yang sedang terlelap dalam genggaman telapak tanganmu, namun selalu siap kau bangunkan kapan saja kamu mau.."



Tanganku yang lemah ini hanya akan lebur dalam genggaman tangan yang kuat.


"Binasakan kesedihanmu..laut tidak pernah bosan dengan warnanya.."

06 Oktober 2010

Tawaran silet dari seorang sahabat

Aku mengunjungi sahabatku setelah sekian lama aku meninggalkannya. ternyata kedatanganku tepat waktu, karena kondisinya sedang tidak baik-baik saja..
"Hai, apa kabarmu?

Dia tersenyum sekilas.
"Silet itu tersedia di depanku, kawan. Tajam, meski ada sedikit karat di tengahnya. Berilah inspirasi padaku, hendak aku apakan alir nadiku ini..?"

"apa yang ingin kau lakukan?" Tanyaku terkejut.

"Sel-sel darah merahku penuh dengan racun cemburu karena cinta yang besar, aku ingin membersihkannya."

Aku terdiam. Dalam hatiku, aku berbisik pelan..
"maafkan aku sahabatku, kali ini aku tidak bisa melarangmu dengan logikaku. Kondisi kita sama..
Hari ini masih sama dengan hari-hari kemarin. Aku tersiksa ketika merindukan kekasihku. Tapi sayang, aku justru terluka dalam..
Aku tertampar. Seorang teman lamaku menceritakan betapa dekatnya dia dengan kekasihku.


Sahabatku terdiam mendengarkan keluhanku.
"Engkau begitu marah, kawan?" Tanya sahabatku.

"Tidak..aku hanya sedang kehilangan kekuatanku.Aku belajar terpesona, tapi aku merasa pelajaran ini cukup sulit bagiku.
Aku bagai raqib yang mencatat setiap gerakan hatinya yang aku rasakan melalui sikapnya kepadaku. PETA cintanya seakan hanya berupa PESTA cinta."


"Engkau mulai menyerah, kawan?" Tanya sahabatku.


"Entahlah, kekuatanku melemah. Aku tidak menyerah, lebih tepatnya kepasrahan."

"Kamu menginginkan siet ini juga, kawan? ambillah..!" Tawaran sahabatku dengan ketulusan yang tajam.

Aku menepis tawaran itu. Aku masih waras, aku tidak gila. Hanya sebuah keterlukaan yang menunggu sembuh saja.

"Tidak sahabatku, aku hanya membutuhkan sebuah telaga dengan air yang bening.
perjalanku masih panjang dan menggila.
Mungkin pejalan kaki sepertiku, tidak selayaknya bereuforia dengan sekantung air zam-zam..
"

Sahabatku mengiyakan, namun bergumam.
"Tampaknya memang engkau hampir gila, kawanku.."