12 November 2009

Begitu mudah untuk menjadi bahagia
Menerima keberadaan apa adanya, bersatu dalam sebuah kepasrahan 
dan dalam kekinian
Menikmati setiap proses kehidupan yang dijalani.


Sukses untuk Tim SPKP 3, wherever you are.
Jadikan kisah kalian indah terus yaa..!

01 November 2009

Aku Dan “Temanku”

Teman-teman pernah merasakan tidak, bahwa..
Seringkali orang lain justru terasa lebih dekat di hati dibandingkan dengan saudara kita sendiri.
Seringkali orang lain justru lebih tulus kepada kita dibanding saudara kita sendiri.
Padahal, yang namanya saudara baik seayah ibu, sekakek-nenek atau sebuyut, katanya memiliki ikatan darah.
Tapi kenapa ikatan HATI lebih kuat dibanding ikatan DARAH?
Ah, mungkin hati sudah menjalankan otonomi daerah kali, sehingga faktor darah tidak terlalu bisa intervensi.
Ingat, hati di sini adalah hati = heart/qolbu lho bukan hati = lever..

Pada suatu hari, “temanku” datang kepadaku. Matanya berbinar, bibirnya bergerak-gerak seakan ingin cepat-cepat menyampaikan sesuatu kepadaku. Aku menatap wajah “temanku” ini. Terlihat berbeda dari biasanya..sangat cerah!

Aku bertanya sambil lepas memperhatikan wajah “temanku” itu, “ Hey..ada yang membuatmu bahagia hari ini?”
“Temanku” menjawab, “ Yah..aku ingin menceritakan sesuatu padamu.”
Aku mengangguk tanda setuju mendengarkan, “ Ok, silahkan..!”

“Temanku” menata nafasnya dan mulai bercerita padaku..

Aku mau bercerita tentang seorang “oknum” spesial yang menambah semarak dunia ceriaku.
Panggil saja namanya Mas Rakai, bukan nama sebenarnya, hanya karena nama itulah yang dia mau. Dia sangat menyukai kisah-kisah sejarah kuno..Majapahit, Mataram, dan sejenisnyalah.
Emmhh..
Sebenarnya Mas Rakai-ku punya nama yang indah sekali. Tapi dia pelit. Konon cerita, dia tidak mau namanya diketahui orang, mungkin takut dicontek kali..hehe.

“Temanku” menarik nafas sesaat sebelum melanjutkan ceritanya, sedangkan Aku tetap diam mendengarkan..

Mas Rakai adalah kakak-ku yang baru aku “temukan” di tahun ini. Beli bensin, tak punya kembalian..dikasih deh dia, hehe bukan ding..becanda!
Sekarang..
Aku mau kenalkan kakak-ku ini padamu. Kalau ada kata narsisnya, jangan langsung percaya ya.

Aku menyelanya, “Narsis? Seperti apa misalnya?”

“Temanku” menjawab selaanku..

Salah satunya adalah bahwa Mas Rakai-ku sangat ganteng. Bahkan Miyabi pun kalah ganteng..(Btw, emang Miyabi ganteng?hehehe..)

Aku tergelak..” Sudah ah becandanya, capek..!”

“Temanku” mengangguk. Diam sebentar kemudian kembali bercerita..

So far..
Ada banyak hal aneh yang aku temukan pada diri Mas Rakai-ku ini. Seperti de javu rasanya. Banyak “kebetulan” kisah terjadi.  Tapi, aku tidak bisa berbagi semuanya dengan detil sekarang.
Jika diceritakan semua, mungkin akan menjadi sebuah ontologi atau malah menjadi novel nantinya.
Aku juga heran, kenapa begitu banyak hal kebetulan terjadi. Apa mungkin Allah hanya copy paste ketika nulis skenario ceritanya ya..(Ups, Astaghfirullah! Tentu saja tidak).
Amazing sekali, ketika mendengar dan merunut kisah-kisah Mas Rakai dan kisah-kisahku sendiri di zaman lampau.
Seringkali, akan keluar kata “ Ah, masa. Kok bisa ya?” ketika kita berbagi cerita kehidupan kita tempo dulu. Memang bukan seluruhnya. But, its still amazing. 
Unik sekali, seperti cerita sebuah reinkarnasi yang tidak boleh aku percaya.


Kakak-ku yang baik hati ini..
Sampai aku menulis tulisan ini, sense of care-nya Mas Rakai, kakak-ku ini masih tinggi. Semoga akan selalu begitu. Secara, dia bisa membuat aku “ngakak” total maupun “serius” minta ampun bahkan melankolis.
Komplit, sesuai waktunya. Meskipun hanya melalui tulisan-tulisannya.

Aku kembali menyela cerita “temanku” itu.
“Bagimana dengan karakternya?”, Tanyaku.

“Temanku” tersenyum. Dia kembali bicara.

A dagger can be concealed in a smile..
Ibarat pisau belati yang tersembunyi di balik senyum menawan hati..itulah Mas Rakai, kakak-ku. Sesuatu tidak selalu sama dengan yang ditampilkan.
Sepahit apapun hatinya, dia akan tetap tampil dengan senyum khasnya. Selalu ceria.
Cukup susah menebaknya. Tapi aku mencoba melihat mata dan cara tersenyumnya, untuk mengetahui kondisi hatinya. Meskipun tidak detil-detil amat, cukup bisa ketahuan. Dia sangat lihai menutupi kondisi hatinya.

Kakak-ku ini..
Adalah seorang berkarakter plegmatis. Sejauh pengamatanku, dia introvert dan low profile. Dia mudah menyesuaikan diri dengan orang lain,dapat juga menjadi pendengar yang baik. Seorang yang relatif santai dan tidak begitu menyukai konflik.
Namun, dia juga seorang yang kurang menyukai perubahan dan agak sulit mengambil keputusan .
Benar tidaknya, Wallohu A’lam..aku hanya mendeskripsikan kakak-ku ini.


Tiba-tiba wajah “Temanku” melesu. Mata yang tadi berbinar, sekarang meredup. Aku membiarkannya untuk diam sesaat tanpa menanyakan apapun pada “Temanku”. Tak berapa lama, “Temanku” kembali melanjutkan kisahnya..

Ketika Mas Rakai pergi..
Aku belum tahu, apakah kalimat tersebut akan ada atau tidak. Pasti akan sangat menyedihkan untukku, jika akhirnya kalimat itu ada. Akan sangat kehilangan, ketika aku hanya bisa menatap “punggung”nya yang berlalu meninggalkanku. Aku bahkan tidak ingin kalimat itu ada. Naif sekali, bukan? Memang seberapa pentingnya aku? Aku hanya ingin rasa peduli dan kasih sayang, dimana akiu merasa punya tempat berlindung dan berbagi ceritaku hari ini.
Ah, aku memang naif sekali.
Sampai aku menyadari, bahwa bukankah setiap perjamuan akan selalu ada akhir sebelum berganti hari menuju perjamuan selanjutnya?
Akhirnya, aku hanya bisa berharap, kakak-ku ini akan selalu bahagia dalam hidupnya, seperti aku mengharapkan kebahagiaan dalam kehidupanku.
Aku ingin mengatakan padanya, bahwa dia sangat beruntung..

Beberapa saat suasana menjadi sunyi. “Temanku” sudah menyelesaikan ceritanya. Dia menatapku, untuk menunggu komentar dariku.

“Ah, rupanya kamu sangat bahagia dengan kehadirannya. Apakah dia juga merasakan hal yang sama seperti yang kau rasakan?”, Tanyaku.

“Temanku” menjawab pelan, “ Aku tidak tahu. Aku cukup bahagia merasa punya kakak laki-laki. Itu saja. Jika dia tidak pernah menganggapku, aku tidak bisa memaksanya.”

Aku tersenyum dan menggenggam tangan “Temanku” tersebut. “Aku turut bahagia jika dikau merasa bahagia.”
Rona muka “Temanku” berbinar mendengarnya.“ Kamu memang teman terbaikku..!” Jawab “Temanku”.
Setelah itu, kami diam dengan pikiran masing-masing. Entah apa yang dipikirkan “Temanku”, tidak bisa ditebak selain wajah binar bahagianya yang terlihat di mataku.

Pikiranku melayang-layang sendiri mencari kesimpulan..
Sempurna sekali, jika Mas Rakai bisa benar-benar bisa mengisi satu celah kosong hati “Temanku” yang berharap sebuah kasih sayang tulus tanpa pamrih. Bahkan, bisa membuat “Temanku” tertawa relax, curhat serius bahkan melankolis. Mungkinkah dia bisa menjadi teman seutuhnya. Bukan sekedar teman di saat suka, tapi juga di saat sedih.
Apakah benar seperti itu?

Aku menghela nafas panjang, menghilangkan opini-opiniku sendiri.
“Ah, semoga saja..!” Bisikku dalam hati. Aku berdiri, pamit pada “Temanku” dan beranjak pergi.
Aku cukup bahagia melihat “Temanku” bahagia.
Ibarat lilin..
Ribuan lilin menyala berasal dari satu lilin. Umur lilin tidak akan menjadi pendek meskipun batangnya telah habis digerus api.
Kebahagiaan tidak akan habis meskipun telah dibagikan..

Satu lagi..
Kebahagiaan bisa terjadi bila kita percaya sepenuhnya bahwa kebahagiaan itu nyata dan ada. Dan kita harus percaya..
Altough the processe like The foolish old man removes a mountain..



“Temanku” adalah sahabat terbaik dari Aku, yaitu diriku sendiri
Didedikasikan untuk seorang "kakak" yang tidak mau disebutkan namanya, thanks for all



30 Oktober 2009

Apabila menginginkan kawan yang bersih dari dosa dan salah, perlu waktu tak sedikit menghitung dan mencari dosa serta kesalahan terkecil setiap orang.
Dan yang kita dapatkan adalah tak seorang pun ada tanpa dosa dan salah.
Untuk hidup bersama di dunia ini, kita harus bisa memaafkan.

27 Oktober 2009

How to make our life to be more simple?

Ambil waktu 30 menit, tanpa gangguan sama sekali. Bisa dengan mendengarkan musik-musik lembut.
Jawablah pertanyaan dalam “game” di bawah ini:


Dikau mengetahui bahwa usiamu hanya tersisa selama 1 tahun saja. Dikau tahu bahwa akan meninggal pada tanggal yang persis dengan sekarang satu tahun yang akan datang. Apakah yang akan dikau lakukan selama setahun ke depan?
Apakah prioritasmu?


Ambil catatan dan tuliskanlah rencana-rencanamu sebanyak dikau mau. Ingat hanya 1 tahun saja tidak lebih. Fokuslah pada situasi tersebut dan tuliskan hal-hal yang benar-benar akan dikau lakukan.

Jika sudah merasa yakin dengan jawabanmu, tidak usah mengisahkan jawaban itu kepada orang lain. Simpan di dalam dompet atau buku kerjamu. Tengoklah setiap saat, setiap waktu.

Albert Enstein pernah berkata,
“Segala sesuatu seharusnya dibuat sesederhana mungkin, tapi bukan yang lebih sederhana.”

Membuat sesuatu yang rumit menjadi tidak rumit, itulah yang paling rumit

25 Oktober 2009

Ex Tim 32 _ SPKP 3

Rangkaian kata-kata ini aku tulis untuk semua personal Tim 32_SPKP 2009 tanggal 18 Oktober kemarin..

Kesan pertama yang aku rasakan di pertemuan pertama kita adalah tatapan mata asing. Ah, biasa..sebuah awal kebersamaan.
Tapi hanya sesaat, hanya butuh waktu singkat hingga akhirnya aku merasa nyaman bersama kalian. Sangat singkat..suerr..!

Nobodies perfect.A spect on a jade stone won’t obscure its radiance..
Tidak ada yang sempurna. Satu noda pada batu permata tidak akan mengaburkan kilaunya

Ini adalah tentang kalian. Semua yang aku tangkap dari tampilan diri kalian.

Shalinna, You are so sweet in my eyes..
Pada dasarnya, aku memang sangat respect dengan wanita berjilbab lebar. Orang-orang seringkali menamainya seorang akhwat (Ya iyalah..masa berjilbab dipanggil ikhwan..hehe). Meskipun aku sendiri masih kategori “ikhwit”. Karena jilbabnya kecil sih..hehe. Tapi, aku kagum dengan seorang wanita yang mau berjilbab syar’i.
Aku memang belum begitu mengenal sosok Shalina sampai dalam banget. Kebersamaan kita cukup singkat. Hanya 3 hari lebih sedikit.
Tapi tampilan sebuah semangat tidak mudah mengeluh, komitmen dengan pekerjaan dan karakter tidak manja sudah tertangkap di hatiku. Aku nyaman bekerja sama dengan Shalina.
Kesan pertama sekali ketika bertemu sosok Shallina adalah seorang yang pendiam. Ternyata kesan pertama tidak selalu benar meski ada benarnya. Ternyata Shalina bisa tertawa lebar dan kadang-kadang narsis pula..hihi, maaf ya Shalina.
Sosok cantik, smart, solehah..
Ahh, siapa yang tidak naksir? Ternyata akhwat yang satu ini, diam-diam banyak fansnya..hehe. Jadi, siapa bilang bilang berjilbab lebar tidak menawan? 
Goodluck ya, sister. Semoga tetap istiqomah dalam penampilan, kesahajaan,  kehangatan sikap dan lain-lain yang positif.
Seperti lagunya peterpan..”Biar Shalli mencariku, biarkan dia terbang jauh. Dalam hatinya hanya satu. Jauh hatinya hanya aku. Katakan ku tak kan datang. Pastikan ku tak kan kembali..”
Eits..jangan dipikirkan terlalu jauh lagu ini. Aku hanya ingin menulisnya saja, karena ada nama Shalli-nya saja..hehe.

Ika, Lembutnya..alamaak..!
Gadis ayu asal yogyakarta. Sekilas melihatnya, langsung terlihat “Jogja”nya. Pendiam, suara lembut, muka sabar, penampilan sederhana tapi tetep eyecatching dan ayu pula. Enak lihatnya. Meski kadang-kadang aku harus tanya 2 kali karena suaranya yang sangat lembut dan lirih.
Sesaat kebersamaan kita, Ika juga bukan tipikal wanita yang mudah mengeluh untuk sesuatu yang tidak begitu penting untuk dikeluhkan. Semoga tetap seperti itu, sister. Goodluck dan selamat beradventure di ranah garam, Madura.
Pesanku, jika ada lomba karapan sapi, jangan ikutan daftar ya. Meski tak kalah-kalah amat dengan sapi untuk urusan warna kulit, ngalah saja ya..hehe.

Nikmah..
Pertemuan pertama, kita duduk bersebelahan. Tapi saling cuek. Pertemuan kedua, kita duduk sebelahan lagi di bus yang membawa tim 32 ke Tempel, Sleman. Aahh, kali ini kita tidak saling cuek. Justru sebaliknya. Kita bercerita banyak hal. Tidak ada kesan baru kenal kemarin.
Nikmah, adalah gadis yang punya tingkat birul walidain yang tinggi. Dia meninggalkan Bali dan pekerjaannya yang dulu demi ayah ibunya.
Nikmah sangat takut jika dalam project ini, dia ditempatkan di kota Jember dan itulah yang menjadi bahan ledekanku.
Ahh, ternyata ledekan itu justru kena aku sendiri. Justru aku yang dapat lokasi penempatan di Kota Jember.
Hanya ingin berbagi Nikmah..
Sebenarnya, aku juga tidak ingin ke kota ini. Jika dikau bercerita, bahwa kota ini ada sangkut pautnya dengan kisah cintamu. Ahh, sebenarnya kita sama.
Kota ini adalah hometown-nya seseorang yang pernah mengisi hatiku 9 tahun silam, namun akhirnya harus aku hilangkan samasekali dari memoriku..shift+delete. Bahkan recycle bin memoriku pun tak mau menyimpannya.
Nasib..akhirnya datang juga aku ke kota ini.

Asma Ramli..
Cantik? Pasti. Khas Manado-lah. Secara, memang gadis ini adalah orang Manado. Cantik, supel dan muka ramah membuat Asma mudah akrab dan mudah menjadi pusat perhatian. Terutama kaum adam..
Selama begadang bersama, Asma bisa membuat suasana sepi jadi ramai karena memang karakternya yang ramai penuh tawa.
Pokokna..”Asma tea teh geulis. Pokokna mah asyik pisan jalmina..!”
Selamat berjuang ya, Asma. Meski sekarang bolpoint merahmu berganti biru. Tetap tunjukkan semangat dan keceriaanmu. Keep spirit..!!

Devi..
Kesan pertama..” Gila..jutek nian anak ini..!”
Kesan kedua..” Wah, childish benar anak ini..!” 
Jangan marah dulu ya, Dev. Itu hanya 2 kesan awal saja. Kesan selanjutnya, dikau manis lho. Coba deh dikau tersenyum. Manii..iis sekali. Jika Devi masih ragu dan bertanya, “ Ah, masa sih?”
Yaa..kalau tak percaya, coba jilat saja..hehe, gula kali..! Becanda Devi, rajin-rajin tersenyum ya. Tunjukkan manismu ke semua orang.
Pesan dari seorang kakak nih..
” Lebih bisa kontrol emosi. Jika merasa orang lain membuat dikau emosi, jangan ditanggapi langsung. Hirup nafas panjang, diamlah dulu. Beberapa saat emosimu akan normal kembali. Baru tanggapi dengan kata-kata yang menyejukkan. Oh iya, jangan lupa lebih rajin tersenyum. Senyummu manis..sueeerrr…!!”
Be happy di manapun kau berada, enjoy saja ya. Don’t give up..!


Whisnu..
Rekan sesama editor data yang menyenangkan. Meskipun kelihatannya tidak banyak omong dan cuek, ternyata Whisnu asyik menjadi teman ngobrol. Bahkan karena asyiknya ngobrol di kelas materi, kita sampai di-sstttt sama pendamping kelas. Pasti dikau tidak begitu nyadar ya..hehe.
No many comment about Whisnu. Jika dari segi phisically, semua mata normal akan bilang dikau keren. Eits, jangan kembang kempis dulu hidungnya ya..hehehe.
Pokokna, Have a nice journey di Sulawesi. Baik-baik sama pasangan data editormu ya. Bawakan cerita indah dari Sulawesi..


Azwar “diamond eyes” Irsyadi..
Aha, sampai juga aku menuliskan sesuatu tentangmu, brother.
Aku salut sekali kepadamu, ketika kita di menara pandang merapi tanggal 20 oktober lalu..masih ingat? Kalau lupa, aku review kembali. Saat itu aku bertanya kepadamu :
Aku      : “ Azwar, Kekasihmu orang mana?”
Azwar  : “ Aku tidak pacaran, Mbak. Aku lebih suka model taaruf-an.”
Cukup singkat dialognya, tapi membuat aku salut kepadamu. Tidak menyangka, seorang berpenampilan fun ternyata bukan penganut paham pacaran. Aku setuju, brother. Aku dukung deh..! Semoga dikau mendapatkan akhwat impianmu.
Oh, iya..kenapa aku menulis Azwar “diamod eyes” Irsyad?
Because your eyes is so beautiful, bright like diamond. Pasti tidak sadar ya? Memang seringkali begitu. Keindahan yang bisa dilihat orang lain, tapi susah dilihat sendiri kecuali lewat cermin tentunya. Jadi, habis baca tulisan ini dikau bercermin ya. Menikmati indahnya sinar matamu sendiri.
Berkesempatan mengenalmu sangat menyenangkan. Goodluck in every where, Brother. Keep in touch forever ya..!

Sonny..
Aihh..Sonny di awal-awal pertemuan dengan Sonny di akhir-akhir pertemuan, sungguh berbeda. Aku pikir, dikau akan cuek, mahal senyum dan jutek dari awal sampai akhir. Ternyata salah. Sonny bisa tertawa dan lucu.
Aku pikir, Sonny tidak bisa berbahasa Jawa, ternyata bahasanya sering memakai bahasa jawa. Banyak tangkapan kesanku yang salah kepada Sonny. Ternyata, Sonny adalah figur cuek yang menyenangkan.


Enjang..
Penampilan bolehlah macho, cuek, ala kadarnya, nge-slank, tapi hati romantiis dan sikap yang manis. Itulah Enjang.
Aku menangkap sikap manismu dari keseharianmu. Rajin menyapa duluan, disapa bals menyapa, tidak mengecewakan orang yang menyapalah pokoknya.
Informasi lain, datang dari Whisnu yang bercerita bahwa pekerjaan Enjang rapi dan enak ketika dimintai konfirmasi. Meskipun terlihat slengekan, ternyata pekerjaannya lancar. Berarti, Enjang punya jiwa komitmen yang bagus dengan pekerjaan. Sipp..!
Keep spirit, Enjang. Be yourself and get the best result..!

Syukri..
Karakter Madura, jelas terlihat dari profil wajahnya. Keras. Itulah kesan pertamaku. Apalagi, senyum dan sapaanmu pun jarang terekspresikan.
Aku perlu minta maaf cukup besar dengan seorang Syukri, karena aku sempat jengkel sesaat, karena tidak sabar. Tapi Cuma 2 jam saja. Setelah itu, aku bisa melihat Syukri lebih kepada kelebihannya. Ternyata Syukri lucu, sehingga bisa menghidupkan suasana.
Ahh, SPKP ini..Syukri kembali ke kampung halaman sendiri. Enak nian..! Tapi dimana pun berada, do the best ya.
Oh, iya..kita punya satu kesamaan berkaitan dengan tanah Madura. Beberapa keluargaku tinggal di tanah kelahiranmu. Jadi nitip ya..hehe.


Aku menilai kalian, teman-teman ex tim 32. Maka kalian juga berhak menilai aku. Tapi sebelum kalian menilai kenegatifanku, aku minta maaf dulu jika ada kesalahan atau sikap yang membuat kalian tidak berkenan..(hehe, curang ya. Nyuri start!)
Aku adalah orang dengan atribut kelebihan dan kekurangan. Lupakan hal yang membuat kalian jengkel. Yang aku sadar, hanya 2 orang yang sempay merasakan kejutek-anku, yaitu Devi dan Syukri. Tapi yang tidak sadar..ehmm, semoga tidak ada. Pokoknya, minta maaf ya.
Terima kasih bisa membuatku tertawa, membuatku menulis tentang kalian dan menjadi bagian dalam perjalanan hidupku, meskipun singkat sekali.
Tetap semangat..!


(Untuk mengenang kebersamaan yang indah dengan ex tim 32_SPKP 3)

 




Antara Kamar 124 Dan Kamar 585

Aku kembali menginap di Saphire hotel untuk ke-beberapa kalinya. Seperti lagunya Kla..” Masih seperti dulu. Tiap sudut menyapaku bersahabat..”
Aku merasa tidak asing dengan sudut-sudut saphire, itu opini pertama otakku yang menyamankan hatiku.
Opini kedua, tinggal menunggu jawaban “siapa orang-orang baru yang akan aku temui dan menjadi teman baruku nanti?”
Ah, ternyata aku menemukan teman-teman lamaku juga dalam satu kamar. Hanya seorang teman baru. Tiga banding satu, menanglah..hehe! (Uiih, seperti sedang ngegame saja ya?)
Akhirnya, Saphire menjadi tempat yang benar-benar tidak asing. Ada Rum, Atik, Wieke di kamar 124 kemudian pindah ke 585..

Sebuah kamar kelas standar di Saphire Hotel Yogyakarta.
Fasilitas tidak berbeda dengan kamar-kamar yang lain. Bed, bath room, televisi, mini kulkas, kaca, lemari, telepon, meja dan kursi yang minimanis..ahh, seperti itulah pokoknya.
Tapi ada yang lain bagiku, sebuah keceriaan setiap berada di kamar. Bahkan tidur pun kita selalu ceria, bagaimana kalau tidak sedang tidur?
I never feel lonely in here. I feel relax, I feel happy..

Antara kamar 124 dan kamar 585.
Ada Aku, Roem, Atik dan Wieke. Empat personel manis yang siap tertawa setiap saat. Tapi bukan berarti kita gila lho.
Mungkin, kita hanya rajin mengkampanyekan slogan “tertawa itu sehat” kali..hehe.

Ah, jadi kangen kalian..(ciee..!!)

Roem..
Aku nulis namamu seperti nulis sebuah perjanjian di jaman perjuangan bangsa Indonesia tempo dulu saja ya..Roem-Royen. Koreksi saja, aku ganti dengan nama benermu..Rum.
Rum is woman. Kalau ada yang bilang dikau laki, berarti orang itu merem. Tonjok saja biar melek. Weits..kriminal ya sarannya..hehe.
Tinggi semampai, berkarakter agak “sedikit” tomboy, tegas meski kadang melo. Salah satu kepiawaiannya adalah menjadi “psikolog” cinta. Sepertinya kliennya juga cukup banyak..hehe.
Rum penyuka hal-hal yang bernuansa agak macho. Baik itu aksesoris, maupun selera hati. Tapi meski “sedikit” tomboy, Rum memiliki kemampuan masak yang handal kata beberapa orang yang pernah terlibat kerja dengannya.
Tapi, aku belum percaya karena Rum belum pernah memberi bukti masakan ke aku..(huu ngarep dimasakin nihyee..hehe!)
Untuk Rum, tetap be yourself.
The dragon has nine sons, Each different from the others. Alias setiap orang diciptakan dengan temperamen dan watak yang berbeda.
So, tetap be yourself..

Atik..
Raut muka keibuan, sikap lemah lembut, wanita sekali. Sudah lama aku mengenalnya, namun akhirnya tambah akrab..akrab..dan semakin akrab. She’s so nice to be a friend.
Namun seringkali penampilan itu bisa menipu lho. Percaya? Kalau teman-teman langsung percaya, berarti kalian manutan..hehehe.
Atik yang keibuan, pendiam dan lemah lembut ternyata jago ngocol. Berkali-kali perutku dibuat terpingkal-pingkal oleh sikap, kata-katanya. Yang jelas tertawa bahagia yang lepas dan refleks tanpa dipaksakan lho. Suerr..!
Ada-ada saja tingkahnya yang membuat kelucuan, meskipun dia tidak sengaja melucu. Mungkin, aku sarankan dia daftar ke srimulat saja kali ya.
Untuk Atik, terima kasih telah menjadi teman curhatku. Meskipun saran-saranmu seringkali justru membuatku bingung..hehe.
Ini adalah lamaran untukmu : “ Be my close frend forever, please..!”
Jika dikau bilang “No”. Aku akan menjawab: “ Sungguh teganya..teganya..teganya..!”

Wieke..
Kesan pertamaku, “Wah, judes!”
Akhirnya, aku keluarkan juga jurus jutek-ku. Judes vs Jutek..mana yang menang ya?
Hanya butuh waktu beberapa menit dengan kesan judes itu. Matahari mulai menyingsing dan bersinar cerah. Judesnya Wieke sudah berubah menjadi manis. Mungkin karena tadi lampu dimatikan sehingga kondisi gelap dan sekarang kondisi kamar sudah terang, sehingga manisnya Wieke baru kelihatan..hihi.
Koleksi fashion Wieke paling charming diantara kami. Baju-baju cantiklah seleranya. Dipakai Wieke, matching-matching saja. Tapi kalau dipakai aku? Tidak menjamin deh..hihi pengen nih ye ceritanya.
Secara usia, Wieke termuda di antara kami. Namun aku suka, ketika dia tidak pernah memanggil “mbak” pada kami. Santai saja, langsung panggil nama. Lebih akrab di hati, tanpa batas senior dan yunior. Ah, toh tak beda jauh to dhiajeng Wieke cute..

Bagaimana aku di mata kalian? Aha, pasti kalian bilang aku baik-baik saja..hehe, PD ihh..!

Karena kalian, Saphire tidak pernah terasa menjemukan..
Aku harap jalinan pertemanan ini tidak berakhir di Saphire. Akan tersambung terus..teruus..dan teruuus..tidak belok-belok. Keep in touch forever.
Meskipun tidak ada perjamuan di dunia ini yang tidak pernah berakhir.

A Single Tree Makes No Forest, One String Makes No Music
Sebatang pohon tidak menjadi hutan, sehelai senar tidak menjadi musik

Keep Spirit Anywhere..!


(Untuk mengenang saat-saat indah bersama Rum, Atik dan Wike di kamar 124 dan 585, Saphire Hotel)



Laki-Laki “ Berwajah Wudhlu”

Dua buah meja dengan kursi yang telah penuh diduduki menjadi jarak pembatas dari kursi tempat aku menikmati hidangan coffee break. Namun, wajah itu bisa mengalihkan pandanganku. Sebuah wajah bersih tapi bukan karena facial di salon. Hanya sebuah wajah hasil basuhan air yang dilakukan dengan rajin.  Basuhan air minimal 5 kali dalam sehari, bisa nambah. Teduh..
Jika aku tidak salah menebak. Tapi aku harap tidak salah tebak.
Aku hanya tahu namanya. Tidak lebih..

Your fingers cant’be of the same length
Jari-jari kita tidak mungkin sama panjangnya

Ini adalah sebuah pepatah dari negeri China, dimana kita tidak bisa mengharapkan segala sesuatu akan sempurna sekali.
Seringkali kita hanya bisa menikmati sesuatu yang indah dari sebuah etalase. Seringkali kita tidak boleh berlaku seperti seekor kucing yang akan melompati tembok ketika terpojok.
Teman-teman yang membaca tulisan ini bingung dengan kalimat saya? Sama..saya sendiri juga bingung, hehe.
Susah berkata-kata.

Laki-laki “berwajah wudhlu”..
Sebuah aura yang manis, meskipun banyak yang protes ketika aku mengungkapkan pendapat ini. Ah, itu adalah hak semua orang untuk setuju atau tidak. Ini masalah selera. Bahwa letak keindahan tidak melulu dari sebuah kemasan. Ini bukan sebuah produk komersial.

Flowers look differen in different eyes
Setuju dengan kalimat ini?
Bahwa keindahan tergantung dari masing-masing orang yang melihatnya.

Asal bukan Kotoran kucing rasa cokelat saja. Kalau ini mah parah..hehe.


Saphire, 0ktober 2009