Pada saat memasuki dunia baru yang asing, akan ada segudang cerita yang membuat naik pitam..
Seperti anak kecil yang mulai berjalan..
Belajar membuat orang lain tenang, meskipun emosi tidak stabil..
Seperti valium..
Bukankah konon valium bisa membuat orang merasa tenang?
Mungkin..ini hanya mungkin....
Negatif bukan solusi untuk positif..
Stop menjerit!
Belajar menenangkan diri sendiri..meskipun beratnya setengah mati.
My Personal Journal..The Only Truth. Ruang bebas untuk berbagi cerita dari yang penting sampai yang tidak penting, tentang cita-cita, obsesi, kisah nyata, curahan hati, opini bebas,dan semua kisah yang ingin dibagi.
11 November 2011
07 Agustus 2011
Renungan Ramadhan hari ke-7...
Berusaha tidak terjebak dengan naluri sendiri tanpa mau mendengar nasihat orang-orang yang menyayangiku..
Berusaha membuka cakrawala pikiranku, lalu memantapkan langkahku untuk mengarungi dunia yang buruk ini..
Untuk orang-orang yang menyayangiku..
Membuatmu menangis, aku sangat tidak mampu. membuatmu melamun, aku juga tidak mau. Selalu ingin aku membuat senyumanmu..
I Love My Smile
Mencoba merenung lebih dalam lagi, tepat ketika keluhan mulai muncul pada kejadian-kejadian yang tidak bisa aku terima..
Perasaan sakit itu bukan sesuatu yang spektakuler, bisa jadi dengan perasaan itu..aku akan merasa jauh lebih baik..
Aku selalu merasa..
Hidupku akan lebih berwarna, jika aku bisa memunculkan jiwa bebas, santai tanpa aturan, ekstrovert dengan semangat meledak-ledak..tapi ternyata, aku tidak benar-benar berbakat dengan karakter tersebut..
Aku lebih memilih posisi aman dalam belenggu konservatif dan kehati-hatian.
Tidak terlalu salah juga, hanya saja karakter ini sering membahayakan mentalku..
Rasanya benar jika kita berpikiran bahwa apa yang kita alami, siapa yang kita temui, semua tergantung dari apa yang kita "panggil", apa yang kita "tarik"..
Orang lain di luar sana adalah metafor dari diri kita sendiri..
Segala jawaban hal-hal yang kita keluhkan, ada pada diri kita. Tidak perlu repot-repot mencari jawaban dari luar diri kita..
WE ARE ELECTROMAGNETIC BEING..
12 Juli 2011
Sahabatku..
Bacalah kalimat indah yang tak tertulis dalam kitabmu ini :
Barangsiapa tidak mau menerima suratan nasib yang telah diputuskan oleh Tuhan..
tidak bersabar atas segala cobaan, tidak berterimakasih atas segala nikmat Tuhan, dan tidak mau menerima apa adanya atas segala yang Tuhan berikan, maka jangan menyembah Tuhan.
Kebaikan Tuhan tidak akan putus-putus mengalir..
Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sebagai manusia makhluk Tuhan tidak ada henti-hentinya.
Tuhan adalah pelindung terbaik.. sedangkan engkau adalah hamba terjelek untuk Tuhan..
Tuhan akan memberikan keadilannya..!!
Bacalah kalimat indah yang tak tertulis dalam kitabmu ini :
Barangsiapa tidak mau menerima suratan nasib yang telah diputuskan oleh Tuhan..
tidak bersabar atas segala cobaan, tidak berterimakasih atas segala nikmat Tuhan, dan tidak mau menerima apa adanya atas segala yang Tuhan berikan, maka jangan menyembah Tuhan.
Kebaikan Tuhan tidak akan putus-putus mengalir..
Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sebagai manusia makhluk Tuhan tidak ada henti-hentinya.
Tuhan adalah pelindung terbaik.. sedangkan engkau adalah hamba terjelek untuk Tuhan..
Tuhan akan memberikan keadilannya..!!
02 Juli 2011
Hancurkan Ketakutan
Ketika perasaan takut terhadap sesuatu, rasa cemas dan paranoid terhadap suatu kondisi datang kepada kita. Teman dekat atau saudara kita akan berkata, " Tenang, itu hanya khayalanmu saja. Tidak ada yang perlu ditakutkan".
Kata-kata penenang itu justru akan menciptakan kondisi bahwa ketakutan itu adalah sebuah hal yang tidak nyata. Padahal justru sebaliknya, ketakutan itu adalah sesuatu yang Nyata. Ketakutan mempunyai power yang besar untuk menghancurkan. Dia bisa mematikan kekuatan dan potensi, menyebabkan gangguan organik, bahkan memendekkan umur.
Ketakutan adalah infeksi psikologis yang bisa menyerang siapa saja setiap saat. Orang dengan kehidupan yang sukses, sangat optimis dengan percaya diri yang tinggi tidak akan luput dari serangan infeksi ini. Untuk mengobatinya, diperlukan antibiotika yang manjur dan tepat.
Manusia yang telah terinfeksi ketakutan akan kehilangan rasa percaya diri. Namun, kita bisa melawannya dengan semboyan "Lebih baik mencegah daripada mengobati".
Ikuti tips berikut :
1. Tatap mata lawan bicara ketika berbicara
2. Berbicara secara fokus
3. Berjalanlah 25 persen lebih cepat
4. Atur posisi tubuh, buat kondisi yang nyaman dan be your best self
Kata-kata penenang itu justru akan menciptakan kondisi bahwa ketakutan itu adalah sebuah hal yang tidak nyata. Padahal justru sebaliknya, ketakutan itu adalah sesuatu yang Nyata. Ketakutan mempunyai power yang besar untuk menghancurkan. Dia bisa mematikan kekuatan dan potensi, menyebabkan gangguan organik, bahkan memendekkan umur.
Ketakutan adalah infeksi psikologis yang bisa menyerang siapa saja setiap saat. Orang dengan kehidupan yang sukses, sangat optimis dengan percaya diri yang tinggi tidak akan luput dari serangan infeksi ini. Untuk mengobatinya, diperlukan antibiotika yang manjur dan tepat.
Manusia yang telah terinfeksi ketakutan akan kehilangan rasa percaya diri. Namun, kita bisa melawannya dengan semboyan "Lebih baik mencegah daripada mengobati".
Ikuti tips berikut :
1. Tatap mata lawan bicara ketika berbicara
2. Berbicara secara fokus
3. Berjalanlah 25 persen lebih cepat
4. Atur posisi tubuh, buat kondisi yang nyaman dan be your best self
10 Mei 2011
Closer To My Death
Akan terlihat begitu banyak senyuman..
Senyum kemenangan..mungkin.
Senyum kelegaan....mungkin.
Senyum kesedihan...mungkin.
Senyum dipaksakan..mungkin.
Senyum keikhlasan..mungkin.
dan senyuman-senyuman dengan makna yang hanya bisa diartikan oleh pemilik senyuman
Entah apa makna senyuman-senyuman itu...
step one..step two..three..etc..closer to my death..
Tapi tentunya aku masih bisa berharap sebuah keajaiban dalam ketakutanku yang luar biasa...
A MIRACLE......
MAKE A WISH....
A MIRACLE......
MAKE A WISH....
A MIRACLE......
MAKE A WISH....
A MIRACLE......
Senyum kemenangan..mungkin.
Senyum kelegaan....mungkin.
Senyum kesedihan...mungkin.
Senyum dipaksakan..mungkin.
Senyum keikhlasan..mungkin.
dan senyuman-senyuman dengan makna yang hanya bisa diartikan oleh pemilik senyuman
Entah apa makna senyuman-senyuman itu...
step one..step two..three..etc..closer to my death..
Tapi tentunya aku masih bisa berharap sebuah keajaiban dalam ketakutanku yang luar biasa...
A MIRACLE......
MAKE A WISH....
A MIRACLE......
MAKE A WISH....
A MIRACLE......
MAKE A WISH....
A MIRACLE......
13 Januari 2011
" Hello, little boy..selamat datang di dunia yang berisik ini.."
Setiap ada kelahiran, semua akan tersenyum bahagia. Hanya si bayi yang menangis, meninggalkan garba ibu yang penuh kehangatan.
Jari-jari kecilnya menggapai-gapai dengan lemah..no problem, baby. beberapa tahun ke depan kau akan berubah menjadi sangat perkasa.
Rayhan..
Semua orang dekatmu sangat bersyukur dengan Rizki berupa dirimu..sebuah mu'jizat kecil maha karya Sang Tuhan..
Aulia..
Semua orang terdekatmu mengharapkan sebuah kemuliaan selalu tersemat di sepanjang hidupmu..
Wujaya..
Sebuah kejayaan..harapan yang besar..dan Jadilah laki-laki sebenar-benar laki-laki..
special untuk Rayhan, 8 januari
18 November 2010
" Heneng".."Hening".."Eling"..
" Heneng".."Hening".."Eling"..
Sebuah kalimat dari seorang kawan yang ditulis di wall facebook-ku..dan "I Like it..! aku suka kalimat itu.."
Jadi, apa menariknya kata-kata tersebut?
Pada dasarnya, setiap kita pasti mempunyai titik-titik dimana berada pada kondisi kejenuhan yang tinggi, dimana konsentrasi energi negatif lebih kuat dibanding energi positif. Pada saat itulah, kita membutuhkan pengisian energi kembali..
Mungkin teknik "pengosongan diri" bisa menjadi sebuah alternatif..
Berdiri tegak, posisikan telapak tangan menghadap ke bawah seolah sedang memegang sesuatu yang imaginer..tahan selama beberapa saat dengan enghirup nafas dalam-dalam.
Pelan-pelan ubah posisi telapak tangan dengan posisi menghadap ke atas..tahan beberapa saat dengan menghirup nafas dalam-dalam.
Terakhir, ubah posisi tangan dalam posisi saling berhadapan..tahan beberapa saat dan hirup nafas dalam-dalam..
Therapi termanjur untuk sebuah penyembuhan adalah..
Mengikuti dan menikmati alur rasa sakit tersebut..tanpa perlu mati-matian melupakan rasa sakit itu..
Efeknya..lupa itu akan datang dengan sendirinya..
Dan sakit itu akan kehilangan rasanya..
Sebuah kalimat dari seorang kawan yang ditulis di wall facebook-ku..dan "I Like it..! aku suka kalimat itu.."
Jadi, apa menariknya kata-kata tersebut?
Pada dasarnya, setiap kita pasti mempunyai titik-titik dimana berada pada kondisi kejenuhan yang tinggi, dimana konsentrasi energi negatif lebih kuat dibanding energi positif. Pada saat itulah, kita membutuhkan pengisian energi kembali..
Mungkin teknik "pengosongan diri" bisa menjadi sebuah alternatif..
Berdiri tegak, posisikan telapak tangan menghadap ke bawah seolah sedang memegang sesuatu yang imaginer..tahan selama beberapa saat dengan enghirup nafas dalam-dalam.
Pelan-pelan ubah posisi telapak tangan dengan posisi menghadap ke atas..tahan beberapa saat dengan menghirup nafas dalam-dalam.
Terakhir, ubah posisi tangan dalam posisi saling berhadapan..tahan beberapa saat dan hirup nafas dalam-dalam..
Therapi termanjur untuk sebuah penyembuhan adalah..
Mengikuti dan menikmati alur rasa sakit tersebut..tanpa perlu mati-matian melupakan rasa sakit itu..
Efeknya..lupa itu akan datang dengan sendirinya..
Dan sakit itu akan kehilangan rasanya..
15 November 2010
" Laki-Laki Berwajah Wudhu "
Dua buah meja dengan kursi yang telah penuh diduduki menjadi jarak pembatas dari kursi tempat aku menikmati hidangan coffee break. Namun, wajah itu bisa mengalihkan pandanganku. Sebuah wajah bersih tapi bukan karena facial di salon. Hanya sebuah wajah hasil basuhan air yang dilakukan dengan rajin. Basuhan air minimal 5 kali dalam sehari, bisa nambah. Teduh..
Jika aku tidak salah menebak. Tapi aku harap tidak salah tebak.
Aku hanya tahu namanya. Tidak lebih..
Your fingers cant’be of the same length
Jari-jari kita tidak mungkin sama panjangnya
Ini adalah sebuah pepatah dari negeri China , dimana kita tidak bisa mengharapkan segala sesuatu akan sempurna sekali.
Seringkali kita hanya bisa menikmati sesuatu yang indah dari sebuah etalase. Seringkali kita tidak boleh berlaku seperti seekor kucing yang akan melompati tembok ketika terpojok.
Teman-teman yang membaca tulisan ini bingung dengan kalimat saya? Sama..saya sendiri juga bingung, hehe.
Laki-laki “berwajah wudhlu”..
Sebuah aura yang manis, meskipun banyak yang protes ketika aku mengungkapkan pendapat ini. Ah, itu adalah hak semua orang untuk setuju atau tidak. Ini masalah selera. Bahwa letak keindahan tidak melulu dari sebuah kemasan. Ini bukan sebuah produk komersial.
Flowers look differen in different eyes
Setuju dengan kalimat ini?
Bahwa keindahan tergantung dari masing-masing orang yang melihatnya.
Asal bukan Kotoran kucing rasa cokelat saja. Kalau ini mah parah..hehe.
Saphire, 0ktober 2009
Tulisan di atas aku posting di blog ini tanggal 25 Oktober 2009, untuk mengenang seorang kawan.
Pertemuan yang sangat singkat di sebuah pelatihan sebuah project penelitian. Terlihat pendiam dan bersahaja sekali. Aku bahkan belum pernah ngobrol lama, hanya sekedar menyapa saja. Dia terlihat "gadhul Bashor"..
Ada kisah lucu saat itu, ketika ada seorang teman yang menggoda menjodoh2kan kami. Dia bilang.."Aku tidak PeDe, Sofie lebih tinggi dari aku.."
Tapi setelah aku amati, iya juga..hehe. Sebuah kisah lucu saat itu.
Setelah pelatihan berakhir, aku pikir aku tidak akan bertemu dia lagi. Aku ditempatkan di NTT, dia di Cirebon. Sangat jauh kemungkinan bertemu, toh aku juga tak begitu mengenalnya.
Ternyata..tak terduga Tuhan mempertemukan aku dalam moment-moment yang tak terduga, meski pertemuan itu singkat-singkat sekali.
Akhir September 2010..
Seorang kawan mengabarkan bahwa dia sakit keras. Komunikasiku saat itu, dia bilang..
"Doain saja ya..aku sedang masa penyembuhan. Semoga Allah memberi kesembuhan yang terbaik untukku."
Dan aku hanya mengamini harapan itu. Dia masih memiliki cita-cita yang tinggi. Banyak rencana-rencananya yang belum bisa dia wujudkan.
12 November 2010..
Sebuah berita duka via sms masuk ke hpku. Dia, telah berpulang. Ada rasa tak percaya dan kaget.
Bagaimana lagi, mungkin itulah kesembuhan terbaiknya. Aku berduka, aku menangis, meski pertemanan kami sangat singkat.
Meski sekedar teman, setidaknya aku pernah mengabadikan sisi menarik dari dirinya yang tertangkap dalam indraku melalui tulisanku.
Selamat jalan temanku..
Semoga Tuhan memberikan kemudahan-kemudahan untukmu, temanku..amien.
-Didedikasikan untuk ALM. BAMBANG SUPROJO-
1979-2010
02 November 2010
18 Oktober 2010
Sniper
Aku tersudut..
beberapa jengkal di hadapanku, kekasihku mengarahkan laras mesiunya ke arahku. Aku memejamkan mata untuk menikmati ruh yang masih menempel di ragaku.
Hanya tinggal hitungan detik,laras itu akan menyalak dan mengepulkan asapnya..
Romantisme apakah ini?
Mengapa tak kau rayu aku dengan sederhana, dan kalimat-kalimat yang masuk akal saja, wahai kekasihku?
Aku masih terdiam dan mesiu itu tidak juga terdengar bunyi letusannya. Aku tetap berdiri di sudut, menerka kebingungan dan teka-teki silang itu seorang diri. sudah cukup lama..
Kekasihku bertanya padaku..
"Apa maumu? Kenapa kau tidak berteriak minta tolong, wahai wanitaku?"
Aku menjawab..
"Minta tolong? Buat apa?. kamu tahu aku mencintaimu. Dan aku tak ngin mencintaimu dengan biasa-biasa saja. Aku ingin semuanya luar biasa..
Dengarlah..
Cintaku ini nuklir yang tak bisa kau hentikan hanya dengan laras mesiumu. Peluru yang kau letuskan hanya akan menjadi katalis yang memudahkan reaksi itu.."
Kekasihku terdiam..
Posisi kita masih sama, laras itu masih mengarah padaku.
Kekasihku kembali berkata..
"Akan aku lakukan..akan aku tarik pelatuk ini. Tapi aku tidak ingin engkau mati..karena aku mencintaimu..aku membunuhmu karena aku mencintaimu!"
Nada kalimatnya meninggi menahan emosi.
Aku tak berkata-kata lagi untuk menjawabnya..
Hanya sebuah bisikan dalam hati..
" Lakukan wahai kekasihku. Ledakkan mesiumu. Kamu akan tahu bahwa ragaku tak berdarah lagi.."
beberapa jengkal di hadapanku, kekasihku mengarahkan laras mesiunya ke arahku. Aku memejamkan mata untuk menikmati ruh yang masih menempel di ragaku.
Hanya tinggal hitungan detik,laras itu akan menyalak dan mengepulkan asapnya..
Romantisme apakah ini?
Mengapa tak kau rayu aku dengan sederhana, dan kalimat-kalimat yang masuk akal saja, wahai kekasihku?
Aku masih terdiam dan mesiu itu tidak juga terdengar bunyi letusannya. Aku tetap berdiri di sudut, menerka kebingungan dan teka-teki silang itu seorang diri. sudah cukup lama..
Kekasihku bertanya padaku..
"Apa maumu? Kenapa kau tidak berteriak minta tolong, wahai wanitaku?"
Aku menjawab..
"Minta tolong? Buat apa?. kamu tahu aku mencintaimu. Dan aku tak ngin mencintaimu dengan biasa-biasa saja. Aku ingin semuanya luar biasa..
Dengarlah..
Cintaku ini nuklir yang tak bisa kau hentikan hanya dengan laras mesiumu. Peluru yang kau letuskan hanya akan menjadi katalis yang memudahkan reaksi itu.."
Kekasihku terdiam..
Posisi kita masih sama, laras itu masih mengarah padaku.
Kekasihku kembali berkata..
"Akan aku lakukan..akan aku tarik pelatuk ini. Tapi aku tidak ingin engkau mati..karena aku mencintaimu..aku membunuhmu karena aku mencintaimu!"
Nada kalimatnya meninggi menahan emosi.
Aku tak berkata-kata lagi untuk menjawabnya..
Hanya sebuah bisikan dalam hati..
" Lakukan wahai kekasihku. Ledakkan mesiumu. Kamu akan tahu bahwa ragaku tak berdarah lagi.."
10 Oktober 2010
Soliloquy
"Sujud itu indah..
Bahwa kamu menumpahkan semua uneg-unegmu tanpa sungkan, bahwa kamu menangis sampai tempat sujudmu basah.
Inilah bentuk lain dari nikmat Tuhan yang selalu mengajakmu bersabar.
Agar langit menjadi persambungan sujudmu, harapanmu bahkan semua amarah di matamu.
Agar kesedihanmu menjadi naungan teduh yang memberimu ketenangan.
Ketenangan yang akan memaksamu terus berjalan.."
Tapi, aku tak setegar dulu, aku melemah..
"Bodoh, kenapa kamu merasa lemah?"
Kenyataan yang begitu lama aku tolak, tiba-tiba kini kuyakini..
Cinta ini telah menanam air mata di mataku..
"Air mata apakah itu?"
Air mata kepedihan dan cinta berbaur dengan angan-angan yang bukan sekedar kegilaan. Hingga akhirnya tersimpan dalam ribuan cerita di dalam hati.
Mencabik-cabik semua yang tersisa di sana.
"Menangislah sepuasmu, betapa tangis itu adalah bentuk kenikmatan.."
Tapi aku belum menguasai seni menangis yang baik..
"Setelah kelelahanmu berlalu, kamu akan menguasai seni menangis itu.
Sangat menyenangkan bila kamu bisa merasakan sebuah kekuatan mahagaib yang sedang terlelap dalam genggaman telapak tanganmu, namun selalu siap kau bangunkan kapan saja kamu mau.."
Tanganku yang lemah ini hanya akan lebur dalam genggaman tangan yang kuat.
"Binasakan kesedihanmu..laut tidak pernah bosan dengan warnanya.."
Bahwa kamu menumpahkan semua uneg-unegmu tanpa sungkan, bahwa kamu menangis sampai tempat sujudmu basah.
Inilah bentuk lain dari nikmat Tuhan yang selalu mengajakmu bersabar.
Agar langit menjadi persambungan sujudmu, harapanmu bahkan semua amarah di matamu.
Agar kesedihanmu menjadi naungan teduh yang memberimu ketenangan.
Ketenangan yang akan memaksamu terus berjalan.."
Tapi, aku tak setegar dulu, aku melemah..
"Bodoh, kenapa kamu merasa lemah?"
Kenyataan yang begitu lama aku tolak, tiba-tiba kini kuyakini..
Cinta ini telah menanam air mata di mataku..
"Air mata apakah itu?"
Air mata kepedihan dan cinta berbaur dengan angan-angan yang bukan sekedar kegilaan. Hingga akhirnya tersimpan dalam ribuan cerita di dalam hati.
Mencabik-cabik semua yang tersisa di sana.
"Menangislah sepuasmu, betapa tangis itu adalah bentuk kenikmatan.."
Tapi aku belum menguasai seni menangis yang baik..
"Setelah kelelahanmu berlalu, kamu akan menguasai seni menangis itu.
Sangat menyenangkan bila kamu bisa merasakan sebuah kekuatan mahagaib yang sedang terlelap dalam genggaman telapak tanganmu, namun selalu siap kau bangunkan kapan saja kamu mau.."
Tanganku yang lemah ini hanya akan lebur dalam genggaman tangan yang kuat.
"Binasakan kesedihanmu..laut tidak pernah bosan dengan warnanya.."
06 Oktober 2010
Tawaran silet dari seorang sahabat
Aku mengunjungi sahabatku setelah sekian lama aku meninggalkannya. ternyata kedatanganku tepat waktu, karena kondisinya sedang tidak baik-baik saja..
"Hai, apa kabarmu?
Dia tersenyum sekilas.
"Silet itu tersedia di depanku, kawan. Tajam, meski ada sedikit karat di tengahnya. Berilah inspirasi padaku, hendak aku apakan alir nadiku ini..?"
"apa yang ingin kau lakukan?" Tanyaku terkejut.
"Sel-sel darah merahku penuh dengan racun cemburu karena cinta yang besar, aku ingin membersihkannya."
Aku terdiam. Dalam hatiku, aku berbisik pelan..
"maafkan aku sahabatku, kali ini aku tidak bisa melarangmu dengan logikaku. Kondisi kita sama..
Hari ini masih sama dengan hari-hari kemarin. Aku tersiksa ketika merindukan kekasihku. Tapi sayang, aku justru terluka dalam..
Aku tertampar. Seorang teman lamaku menceritakan betapa dekatnya dia dengan kekasihku.
Sahabatku terdiam mendengarkan keluhanku.
"Engkau begitu marah, kawan?" Tanya sahabatku.
"Tidak..aku hanya sedang kehilangan kekuatanku.Aku belajar terpesona, tapi aku merasa pelajaran ini cukup sulit bagiku.
Aku bagai raqib yang mencatat setiap gerakan hatinya yang aku rasakan melalui sikapnya kepadaku. PETA cintanya seakan hanya berupa PESTA cinta."
"Engkau mulai menyerah, kawan?" Tanya sahabatku.
"Entahlah, kekuatanku melemah. Aku tidak menyerah, lebih tepatnya kepasrahan."
"Kamu menginginkan siet ini juga, kawan? ambillah..!" Tawaran sahabatku dengan ketulusan yang tajam.
Aku menepis tawaran itu. Aku masih waras, aku tidak gila. Hanya sebuah keterlukaan yang menunggu sembuh saja.
"Tidak sahabatku, aku hanya membutuhkan sebuah telaga dengan air yang bening.
perjalanku masih panjang dan menggila.
Mungkin pejalan kaki sepertiku, tidak selayaknya bereuforia dengan sekantung air zam-zam.."
Sahabatku mengiyakan, namun bergumam.
"Tampaknya memang engkau hampir gila, kawanku.."
"Hai, apa kabarmu?
Dia tersenyum sekilas.
"Silet itu tersedia di depanku, kawan. Tajam, meski ada sedikit karat di tengahnya. Berilah inspirasi padaku, hendak aku apakan alir nadiku ini..?"
"apa yang ingin kau lakukan?" Tanyaku terkejut.
"Sel-sel darah merahku penuh dengan racun cemburu karena cinta yang besar, aku ingin membersihkannya."
Aku terdiam. Dalam hatiku, aku berbisik pelan..
"maafkan aku sahabatku, kali ini aku tidak bisa melarangmu dengan logikaku. Kondisi kita sama..
Hari ini masih sama dengan hari-hari kemarin. Aku tersiksa ketika merindukan kekasihku. Tapi sayang, aku justru terluka dalam..
Aku tertampar. Seorang teman lamaku menceritakan betapa dekatnya dia dengan kekasihku.
Sahabatku terdiam mendengarkan keluhanku.
"Engkau begitu marah, kawan?" Tanya sahabatku.
"Tidak..aku hanya sedang kehilangan kekuatanku.Aku belajar terpesona, tapi aku merasa pelajaran ini cukup sulit bagiku.
Aku bagai raqib yang mencatat setiap gerakan hatinya yang aku rasakan melalui sikapnya kepadaku. PETA cintanya seakan hanya berupa PESTA cinta."
"Engkau mulai menyerah, kawan?" Tanya sahabatku.
"Entahlah, kekuatanku melemah. Aku tidak menyerah, lebih tepatnya kepasrahan."
"Kamu menginginkan siet ini juga, kawan? ambillah..!" Tawaran sahabatku dengan ketulusan yang tajam.
Aku menepis tawaran itu. Aku masih waras, aku tidak gila. Hanya sebuah keterlukaan yang menunggu sembuh saja.
"Tidak sahabatku, aku hanya membutuhkan sebuah telaga dengan air yang bening.
perjalanku masih panjang dan menggila.
Mungkin pejalan kaki sepertiku, tidak selayaknya bereuforia dengan sekantung air zam-zam.."
Sahabatku mengiyakan, namun bergumam.
"Tampaknya memang engkau hampir gila, kawanku.."
23 September 2010
Dosomuko
"Duh..judesnya..!"
Seringsekali, saya mendengar kalimat itu sebagai kritik dari teman. Memang cukup susah menipu ekspresi, ketika sesuatu sangat tidak berkenan di hati.
Pura-pura manis ketika hati tidak bersuasana manis? ohh..nooo.
Pernah tahu dosomuko atau rahwana..? Makhluk wayang seribu wajah.
Manis di senyum, tapi hati tetap raksasa.
Yaah..coba saja amati. Dosomuko ada dimana-mana..
Seringsekali, saya mendengar kalimat itu sebagai kritik dari teman. Memang cukup susah menipu ekspresi, ketika sesuatu sangat tidak berkenan di hati.
Pura-pura manis ketika hati tidak bersuasana manis? ohh..nooo.
Pernah tahu dosomuko atau rahwana..? Makhluk wayang seribu wajah.
Manis di senyum, tapi hati tetap raksasa.
Yaah..coba saja amati. Dosomuko ada dimana-mana..
21 Mei 2010
Wajah Tak Bernama
Sekali lagi aku melihat ke cermin, di dalam wajah yang menatap balik ke arahku..
Katakan, apakah kamu ingat aku?
Aku berbicara tentang diriku.
Aku heran, kadang aku bisa menceritakan tentang pengalaman-pengalamanku masa lalu tanpa banyak melibatkan perasaan. Padahal pengalaman itu sangat menyakitkan.
Semua sederhana..
Bahkan karena terlalu tanpa perasaan, maka akan terasa sikap dinginnya..
Sekali lagi aku melihat ke cermin, di dalam wajah yang menatap balik ke arahku..
Katakan, apakah kamu ingat aku?
Tubuh ini seakan-akan hanya objek yang hidup di dalam dunia ini, atau ada kalanya tubuh ini justru bertindak sebagai dinding pembatas dunia batinku..
Aku seperti sedang berjalan ke sebuah puncak gunung dengan membawa usulan pelucutan senjata..
Sekali lagi aku melihat ke cermin, di dalam wajah yang menatap balik ke arahku..
Katakan, apakah kamu ingat aku?
Kali ini aku tidak hanya bicara tentang diriku, tapi juga tentang dia..
Siapa dia, semua juga masih teka-teki. Dia masih berupa sebuah pertemuan belum berupa penyatuan.
Namun tiba-tiba, aku tidak yakin apakah dia menyadarinya saat Tuhan memberikan hadiah pertemuan itu..??
Meskipun aku sendiri menerima hadiah pertemuan itu dengan rasa terima kasih.
Sekali lagi aku melihat ke cermin, di dalam wajah yang menatap balik ke arahku..
Katakan, apakah kamu ingat aku?
Apakah aku tampak seperti milik seseorang?
Aku mempercayai bahwa aku bebas merdeka.
Itulah sebabnya, aku butuh dia. Dia yang akan berperan dalam banyak sisi kehidupanku, bahkan juga sebagai pelindung profesionalku-ku..
Sekali lagi aku melihat ke cermin, di dalam wajah yang menatap balik ke arahku..
Katakan, siapa dia?
Dia..
Aku ingin melihat ke dalam matanya ketika aku menatapnya, aku tidak menemukan wajah pendusta di sana..
Bahwa dia bukan pendusta..
Aku terus berjalan, menemukan jalan pulang ke rumah, kepada diriku sendiri.
Mengunjungi suatu tempat ke tempat lain, melihat banyak kehidupan dengan wajah-wajah yang tak bernama..
Aku selalu bergerak demi mencari sebuah tempat yang akan aku sebut “rumah”ku.
Dimana ada Sebuah kasih sayang, kelemahlembutan, rasa cinta dan semua perasaan baik berkumpul di sana..
Katakan, apakah kamu ingat aku?
Aku berbicara tentang diriku.
Aku heran, kadang aku bisa menceritakan tentang pengalaman-pengalamanku masa lalu tanpa banyak melibatkan perasaan. Padahal pengalaman itu sangat menyakitkan.
Semua sederhana..
Bahkan karena terlalu tanpa perasaan, maka akan terasa sikap dinginnya..
Sekali lagi aku melihat ke cermin, di dalam wajah yang menatap balik ke arahku..
Katakan, apakah kamu ingat aku?
Tubuh ini seakan-akan hanya objek yang hidup di dalam dunia ini, atau ada kalanya tubuh ini justru bertindak sebagai dinding pembatas dunia batinku..
Aku seperti sedang berjalan ke sebuah puncak gunung dengan membawa usulan pelucutan senjata..
Sekali lagi aku melihat ke cermin, di dalam wajah yang menatap balik ke arahku..
Katakan, apakah kamu ingat aku?
Kali ini aku tidak hanya bicara tentang diriku, tapi juga tentang dia..
Siapa dia, semua juga masih teka-teki. Dia masih berupa sebuah pertemuan belum berupa penyatuan.
Namun tiba-tiba, aku tidak yakin apakah dia menyadarinya saat Tuhan memberikan hadiah pertemuan itu..??
Meskipun aku sendiri menerima hadiah pertemuan itu dengan rasa terima kasih.
Sekali lagi aku melihat ke cermin, di dalam wajah yang menatap balik ke arahku..
Katakan, apakah kamu ingat aku?
Apakah aku tampak seperti milik seseorang?
Aku mempercayai bahwa aku bebas merdeka.
Itulah sebabnya, aku butuh dia. Dia yang akan berperan dalam banyak sisi kehidupanku, bahkan juga sebagai pelindung profesionalku-ku..
Sekali lagi aku melihat ke cermin, di dalam wajah yang menatap balik ke arahku..
Katakan, siapa dia?
Dia..
Aku ingin melihat ke dalam matanya ketika aku menatapnya, aku tidak menemukan wajah pendusta di sana..
Bahwa dia bukan pendusta..
Aku terus berjalan, menemukan jalan pulang ke rumah, kepada diriku sendiri.
Mengunjungi suatu tempat ke tempat lain, melihat banyak kehidupan dengan wajah-wajah yang tak bernama..
Aku selalu bergerak demi mencari sebuah tempat yang akan aku sebut “rumah”ku.
Dimana ada Sebuah kasih sayang, kelemahlembutan, rasa cinta dan semua perasaan baik berkumpul di sana..
06 Mei 2010
Sepanjang waktu sampai detik ini saya hidup, rasanya sangat minimalis saya menuntut hak atau membalas secara lisan terhadap kritikan tidak membangun dan tekanan yang menghancurkan.
Saya mengira, jika saya melakukan pembalasan dengan lisan saya, justru hanya akan menuai kerugian dan penyesalan yang besar. Bahkan bisa menimbulkan kerenggangan antara saya dengan orang yang mengkritik saya tersebut. Sebab, kalimat balasan yang disertai emosi tinggi bisa jadi jauh lebih terekspresikan “kepedasan”nya. Lebih dari itu, akan bisa menyulutkan api permusuhan dari sikap saya yang mungkin tidak terima.
Menurut saya, jalan terbaik untuk menyikapi kritikan tidak membangun dari orang lain atau celaan yang memerahkan telinga itu adalah dengan tidak peduli- lekas melupakan- pemakluman- menganggapnya tidak pernah terjadi- menutup telinga dan mata dengan tetap sabar.
Laut yang luas tidak akan terpengaruh oleh lemparan batu seorang bocah,
apalagi Cuma berupa batu kerikil meskipun kerikil yang tajam bentuknya.
Mendengar kalimat yang tak mengenakkan telinga, jangan buru-buru membalas dengan kalimat yang serupa tak enaknya atau 10 x lebih tak mengenakkannya. Redamlah “kepedasan”itu dengan pura-pura tidak tahu, Anggaplah “si pengkritik tak tahu adat” bicara sendiri dengan tembok bangunan tinggi. Orang gila tuh..
Tapi, hal ini hanya berlaku untuk kritikan tak membangun-celaan dengan penuh kebencian dan memerahkan telinga.
Sebaliknya, jika mendengar pujian beruntun terucapkan untuk kita, bersikaplah seolah-olah tak mendengarnya, setelah mengucapkan kata terima kasih dan membisikkan kata amin dalam hati.
Karena setiap pujian baik adalah doa.
Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik dan halus, meski dalam hati&otakmu akan selalu terputar kata “Enyahlah” untuk kejahatan&pelaku kejahatan tersebut..
23 April 2010
Kenikmatan Vs Penderitaan (Tentang Cinta)
Pernah mendengar ketika seseorang ditanya tentang tujuan hidupnya, dia menjawab “ingin menderita”?
Jika ada, wah seseorang tersebut pasti sangat langka dan aneh. Sepanjang pengetahuan saya, jawaban yang lazim untuk tujuan hidup setiap manusia normal adalah kebahagiaan.
Kebahagiaan adalah sebuah kenikmatan.
Penderitaan..
Adalah kehidupan duniawi selain kenikmatan yang sangat tidak diharapkan keberadaannya dalam setiap kehidupan manusia.
Kenikmatan dan penderitaan bisa jadi muncul karena alasan “saya suka itu” atau “sesuatu yang menyakitkan”. Jika mendapatkan sesuatu yang kita sukai, maka kenikmatan akan kita rasakan. Tapi jika sebaliknya, maka akan terasa menyakitkan untuk kita sehingga akhirnya kita merasa menderita.
Kenikmatan dan penderitaan adalah realitas dunia manusia.
Lagi-lagi tentang cinta..
Sebuah tema dunia yang tidak pernah habis diucapkan, karena cinta telah ada sejak manusia ada di dunia. Jika manusia belum punah, maka tema cinta pun tak akan ada matinya.
Cinta itu berisi masalah? Bisa saja.
Coba jika kalian mau, inventarisasikan kisah cinta orang-orang di sekitarmu. Pasti akan menemukan variasi masalah mereka sendiri-sendiri.
Untuk seorang yang mungkin sedang patah hati, kecewa, sakit hati, jatuh cinta, kalut dan gundah dengan masalah cinta, bisa jadi menginventarisasi masalah cinta orang lain menjadi hiburan positif yang membuatnya merasa tidak menderita sendiri.
Ketika drama cinta mengoyak hati sehingga membuat luka dalam yang hebat, banyak air mata terbuang untuk melepaskan diri dari luka tersebut. Dunia akan terasa menjadi sempit.
Sebuah kata support yang klise sekali..” Semua akan ada hikmahnya”..
Tapi cobalah benar-benar cari..
Semakin berusaha mencari hikmahnya, semakin kesulitan menemukannya. Justru membuat tidak bisa terlepas dari luka tersebut.
Semakin berusaha melupakan, semakin terjebak dalam kenangan cinta tersebut.
Cinta butuh sebuah perasaan yakin..
Saya cukup setuju dengan kalimat tersebut. Hanya saja seringkali yang menjadi masalah dalam sebuah keyakinan adalah..
”Bila berulang-ulang merasa kecewa, sehingga tidak mau percaya lagi”
Meski naif menganggap bahwa segala sesuatu itu mungkin, keyakinan yang sehat harus selalu dipupuk setiap hari.
Setiap dokter pun kadang-kadang merasa frustasi sebab apa yang manjur untuk seseorang ternyata tidak selalu manjur untuk seseorang yang lain.
Tapi, jangan pernah merasa bahwa cinta ibarat mencari ikan di pohon.
Cinta dalam teori tidak akan setajam prakteknya. Tapi bagaimanapun juga, dimana ada manusia-di situ akan selalu ada cerita cinta.
Langganan:
Postingan (Atom)